Posisi saat ini: Rumah / Pesan / Pernah Berhadapan saat Pimpin Uzbekistan, Timur Kapadze Terkesan dengan Pemain ke-12 Timnas Indonesia

Pernah Berhadapan saat Pimpin Uzbekistan, Timur Kapadze Terkesan dengan Pemain ke-12 Timnas Indonesia

Penulis:Wartawan Olahraga Tanggal:2025-11-29 22:30:02
Dilihat:0 Pujian
Selama periode tersebut, tim nasional Uzbekistan mencetak total 13 gol dan hanya kebobolan 5 gol. Dengan rata-rata 2,25 poin per pertandingan, tim tampil baik dengan raihan 18 poin. (AFP/KARIM JAAFAR)

Jakarta - Nama Timur Kapadze langsung naik ke permukaan untuk dikaitkan dengan Timnas Indonesia. Ini terjadi tak lama sia etelah mengundurkan diri dari Timnas Uzbekistan. Ia memilih mundur setelah Fabio Cannavaro ditunjuk sebagai pelatih kepala.

Sinyal makin kencang saat Timur Kapadze berkunjung ke Indonesia, pekan lalu. Kedatangannya ke Jakarta kali ini adalah untuk menjadi duta pariwisata satu di antara perusahaan.

Akan tetapi, banyak pihak yang menyebutnya sebagai sebuah sinyal ia akan menukangi Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert.

Di tengah pemberitaan yang kencang bahwa dirinya menjadi satu di antara kandidat pelatih Timnas Indonesia, Timur Kapadze rupanya juga punya kenangan yang sulit ia lupakan ketika pernah menjadi lawan Tim Garuda.

Momen itu terjadi pada semifinal Piala Asia U-23 2024 ketika Timur Kapadze memimpin Uzbekistan menghadapi Timnas Indonesia U-23 asuhan Shin Tae-yong di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Senin (29-4-2024).


Berujung Kemenangan

Timnas Indonesia U-23 harus mengakui keunggulan Uzbekistan U-23 dengan skor 0-2 pada laga semifinal Piala Asia U-23 2024 di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, Senin (29/4/2024) malam WIB. Sempat mencetak gol lewat sontekan Muhammad Ferarri pada menit ke-61 yang akhirnya dianulir melalui rekaman VAR, Garuda Muda akhirnya kebobolan dua gol melalui Khusayin Norchaev (68') dan gol bunuh diri Pratama Arhan (87') setelah sebelumnya Rizky Ridho dikartu merah pada menit ke-83. Kelolosan Timnas Indonesia U-23 ke Olimpiade Paris pun harus tertunda dan masih mempunyai peluang pada perebutan tempat ketiga atau playoff melawan wakil Afrika, Guinea. (AFP/Karim Jaafar)

Kala itu Timnas Indonesia U-23 menyerah dua gol tanpa balas dari tim besutan Timur Kapadze. Gol pertama Timnas Uzbekistan U-23 pada laga itu diciptakan oleh Khusayin Norchaev pada menit ke-68. Gol kedua mereka hadir berkat blunder Pratama Arhan pada menit ke-86.

Ada satu kartu merah yang keluar dari saku wasit pada laga itu. Kartu merah itu menyasar kapten Timnas Indonesia U-23, Rizky Ridho.

Kekalahan Timnas Indonesia U-23 dari Uzbekistan, membawa Garuda Muda bertemu Irak di perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 sekaligus tiket ke Olimpiade Paris 2024.

Di perebutan peringkat tiga itu, Timnas Indonesia U-23 kalah 1-2 dari Irak. Sementara Uzbekistan U-23 juga harus puas menjadi runner-up usai kalah 0-1 dari Jepang di partai final.


Penuh Kenangan

Gol Muhammad Ferrari dianulir VAR. Momen itu terjadi saat Bek Timnas Indonesia U-23 tersebut berhasil menggetarkan jala Uzbekistan pada menit ke-61 setelah memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti. Sayangnya, gol itu dibatalkan melalui keputusan wasit Shen Yinhao setelah meninjau VAR. Bagian kaki Ramadhan Sananta terlihat terperangkap offside sebelum Ferrari mencetak gol. (AFP/Karim Jafaar)

Timur Kapadze kemudian mengenang laga yang bersejarah baginya menghadapi Timnas Indonesia tahun lalu itu. Menurut Kapadze, pertandingan itu bukan hanya taktik, tetapi juga sebuah ujian terpenting bagi Timnas Uzbekistan U-23 yang dibangunnya selama tiga tahun.

"Pertandingan ini merupakan evaluasi atas kerja keras kami selama tiga tahun. Pertandingan melawan Indonesia itu merupakan ujian akhir bagi kami, menunjukkan apa yang telah kami capai sepanjang siklus ini," ungkap Timur Kapadze dikutip dari laman Zamin, Jumat (28-11-2025).

"Di pertandingan inilah kami menang dan lolos ke Olimpiade. Tekanannya sangat tinggi, suasananya menegangkan, dan situasinya menegangkan," lanjutnya.


Suporter yang Luar Biasa

Para suporter Indonesia memberi dukungan jelang dimulainya laga semifinal Piala Asia U-23 2024 antara Timnas Indonesia U-23 menghadapi Uzbekistan U-23 di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, Senin (29/4/2024). (AFC)

Ada catatan menarik lain di mata Kapadze dari pertandingan ini. Meski bermain jauh dari negeri sendiri, Timnas Indonesia U-23 tetap mendapatkan dukungan maksimal dari diaspora Indonesia yang sedang tinggal di Qatar dan sekitar Timur Tengah.

Stadion Abdullah bin Khalifa yang berkapasitas 10 ribu kursi diisi 8,792 penonton. Mayoritasnya adalah suporter Timnas Indonesia U-23.

Sementara suporter Uzbekistan jumlahnya jauh lebih sedikit. Mereka hanya memadati satu titik saja di Stadion Abdullah bin Khalifa.

"80 persen stadion dipenuhi oleh suporter Indonesia, yang mendorong tim mereka maju seperti pemain ke-12 sejati. Namun, kami tidak menyerah hingga menit terakhir dan berhasil mencapai tujuan kami. Itu bukan sekadar argumen, tapi salah satu pertandingan paling berkesan dalam karier saya. Indonesia sangat fleksibel dan memberikan perlawanan yang kuat," ujar pelatih berusia 44 tahun itu.

 

Sumber: Zamin

Komentar

Kirim komentar
Galat kode pemeriksaan, silakan masukkan kembali
avatar

{{ nickname }}

{{ comment.created_at }}

{{ comment.content }}

IP: {{ comment.ip_addr }}
{{ comment.likes }}